Entah bagaimana caranya supaya aku bisa mendengarmu berkata… "aku sayang kamu"…
Tak pernah kudengar sekalipun engkau mengatakannya..
Hari hari di tempat kerjaku terasa sangat membosankan.. Dering telepon tak henti2nya berdering dari telepon seluler di sampingku.. Rekan kerjaku yang mendapatkan telepon2 itu..
Jelas bukan telepon seluler-ku yang berbunyi.. mengingat aku terbiasa men-setting SILENT setiap kali aku bekerja… Jadi kalaupun ada telepon masuk. HP-ku hanya bergetar saja…
Dari nada bicara yang sedikit manja dan merajuk.. aku bisa menebak bahwa itu telepon dari kekasih teman kerjaku.. Entah kenapa mereka seringkali bertelepon ria.. Ataukah jarak yang memisahkan mereka yang menyebabkan kerinduan begitu dalam untuk mendengar suara kekasihnya?? (mereka LDR) ataukah karena mereka diliputi aura "calon pengantin"….? Entahlah…
Jujur saja kalau sekali dua kali OKELAH… Namun pemandangan seperti itu terlihat hampir setiap hari… Sehingga aku bahkan hampir ingat jadwalnya!! Kurang lebih setiap pukul 08.30 WIB teleponnya akan berdering… mungkin ucapan "Selamat Bekerja"… lalu sesekali di pukul 12.15 WIB… mungkin ucapan "Selamat Makan Siang".. dan di pukul 14.00 atau terkadang pukul 15.00 (jam tutup kas di tempat kerjaku) mungkin mengatakan "selamat tutup kas"??? Kalimat yang aneh rasanya.. Atau ucapan "Selamat Mengemil" (ini lebih aneh lagi.. :D)
Dan beberapa saat sebelum pulang kantor…
Haduh….!!!! *^&%^$%#$!@@#!
bukan aku iri.. tapi… ya… mungkin hanya perasaan "ingin rasanya diperlakukan begitu"…
Kadang untuk meredam rasa kheki-ku (soalnya aku jadi cukup sering ‘mengintip’ HP untuk melihat apakah ada telpon masuk ato sekedar SMS di hape-ku..), aku kadang melontarkan kata2 "HADIR…" setiap kali telepon dari kekasih temanku berbunyi.. (maksudnya aku mengibaratkan telepon2 itu sebagai ABSEN dari si pacar ke temanku.. dan orang ngabsen kan jawabannya "HADIR".. hehe)
***
Aku juga sadar…. Walau tidak setiap hari dan lama seperti temanku dan pacarnya bertelepon… Setidaknya aku juga pernah mendapatkan telepon dari "seseorang yang istimewa di hatiku" (SYIDH).. Walaupun hanya sebentar saja dan tanpa ucapan "aku sayang kamu" di akhir kalimat….
Hmmmm…
Apakah dia sayang padaku?? Apakah aku berarti di hatinya?
Dan aku enggan bertanya… Bikin malu saja… dan tentu saja aku juga takut menyinggung perasaannya…
*****
Hari ini aku akan menjemput SYIDH di stasiun.. Hari ini ia akan datang dari tugas luarnya… Tak sabar aku bertemu dengannya.. sudah 3 purnama aku tak bertemu dengannya…
Tapi sayangnya.. hari ini penumpang angkutan umum sedang sepi.. jadi banyak yang ngetem.. Salah satunya angkot (angkutan perkotaan) yang kunaiki.. Kulirik jam di pergelangan tanganku.. Sebentar lagi keretanya akan datang…
Tak lama angkot pun berjalan… Rasanya si pengemudi cukup pasrah karena tak seorangpun yang naik ke angkotnya sejak 5 menit yang lalu berhenti di depan perpustakaan umum ini..
Walaupun angkot ini bergerak.. Jalannya pelan sekali…
ting.. ting.. ting.. ting..
HP-ku berbunyi.. ada sms masuk… SYIDH mengirim pesan.. ia sudah tiba di stasiun… Kukabarkan aku masih di jalan.. Dan meminta maaf atas keterlambatanku…
Ia hanya mengabarkan bahwa ia akan menungguku sambil mengopi di salah satu kafe di stasiun… Tak lama ia memberi kabar nama kafe dan lokasinya…
5 menit kemudian aku sampai.. dan mencari kafe yang dimaksud…
Di sudut ruangan aku menemukannya… dengan jaket jins berkerah coklat muda… Kami hanya bertatapan… Dari sudut bibirnya tersungging senyum…. Tanganku terulur meraih tangannya dan mendekatkannya ke dahiku… Sambil aku kembali minta maaf atas keterlambatanku..
Ia hanya diam.. tak terilhat raut muka marah… hanya menyunggingkan senyum ke arahku sambil memandangku dan menerima salam hormatku..
Dari balik kacamatanya aku bisa melihat binar2 indah di kedua bola matanya. Binar2 milik kedua bola matanya yang memancarkan rasa rindu yang mendalam… Tanpa harus bertanya lagi tanpa harus berucap kata2 mesra… Aku sudah tahu jawabannya… Aku bisa melihat kedua bola matanya berkata.. "Aku sayang dan rindu padamu, istriku.."
*ps: dilarang protesss… hak penulis untuk nulis apa ajah…
Namanya juga cerita… terserah nyang nulis dung… hehehe…