Rini ‘Bee’

…dari hati… :D “Keep your heart free from hate, free your mind from worry, live simply, expect little, give much and fill your life with love have a break once in a while have a fun…”

Air.. oh air….

Filed under: My Story... — rini-adis at 6:21 am on Saturday, August 26, 2006

Beberapa hari yang lalu.. Saya pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya.. Seperti biasa.. Sehabis minum biasanya saya harus ke toilet karena saya termasuk salah satu orang yang ngga bisa menahan pi***.. hehe

Lalu.. Sayah menunggu cukup lama karena antrian saat itu cukup banyak..
Dasar kebiasaan anak Psikologi.. Saya jadi mengobservasi orang2 yang ada di toilet itu… Dan pandangan saya tertuju ke seorang perempuan yang baru sahaja keluar dari kamar mandi di depan antrian sayah…

Setelah keluar dari kamar mandi, dia menuju wastafel untuk mencuci tangannya… Ketika ia mengambil sabun.. air keran dibiarkannya tetap terbuka.. sedetikk.. dua detik… tiga detikkk………

Lalu ia membasuh kembali tangannya.. Kelar mencuci tangan.. Ia mengambil barang di tasnya.. Masih dengan air keran yang tetap mengucur.. >>.<<
sedetik… dua detik… tiga detik… empat dettikkk…

Rupanya ia mengeluarkan bungkusan yang berisi sabun.. dan dia membasuh tangan dan sabun dalam genggamannya… Dan mulai membalik2kan sabun sehingga terlihat busa di tangannya…

Saya pikir.. dia mau membasuh tangannya lagi… Ternyata…. Dia membasuh wajah dan membiarkan keran air tetap menyala…!!!
sedetik.. dua detikk.. tiga detik.. empat dettt…

Haduh.. tolong dong!! Sayah tidak kuat melihatnya.. sehingga kemudian saya menghampiri gadis tersebut…
Sambil tangan saya meraih keran air tersebut dan menutupnya.. Saya berkata perlahan.. "Mbak… sayang airnya.." :D

Well… mudah2an mbak itu tidak tersinggung.. :D

*****

Jadi inget kejadian di kantor saat saya plus mba ICEL dan ELLA di depan wastafel.. Agak gerah ngeliat ELLA dan mba ICEL menggunakan wastafel.. (hehe..).. Hampir sama dengan kejadian di toilet tadi.. Aku menutup keran dan berkata… "Sayang airnya…". Dan sejak saat itu aku mendapat julukan baru dari mereka berdua.. "Satpam air"…

Well.. menurut kalian.. Apa aku berlebihan?????

Hehehehe…

Just..

Filed under: Uncategorized — rini-adis at 3:20 am on Thursday, August 17, 2006

Kalau kamu tanya saya ingin dibawakan apa…

Tolong.. bawakan sahaja sayah bunga… :D

hehehe..

Tentang dia…

Filed under: Uncategorized — rini-adis at 10:15 am on Tuesday, August 1, 2006

Entah mengapa… Aku selalu melakukannya…

Setiap aku mengecek e-mail.. membuka FS..

Aku selalu "mengintip" FS-nya.. blog-nya..

dengan berbagai cara…

Aku ingin tahu apa yang ditulisnya…

Apa kabarnya…

Bagaimana perasaannya…

Dan semua tentangnya….

Aku berharap…

Dia juga melakukan hal yang sama…

Melihat FS-ku…

Mengintip "profile"ku

Membuka blog-ku…

serta membaca tulisan-tulisanku…

Aku mungkin (baca: tentu saja) akan lebih bahagia jika ia menuliskan comment di blog-ku… :)

Setiap aku membaca blognya…

Aku selalu berharap… ada "aku" dalam tulisan2nya..

Ada

cerita tentang diriku…

Namun ketika kulihat.. minggu lalu.. ceritanya tentang "dia"…

Dua hari yang lalu… cerita tentang "dirinya"

kemarin pun… ceritanya masih tentang "dia"…

Bahkan hari ini…. masih saja tentangnya…

Memang bukan kisah yang "selalu menyenangkan"

Bahkan kurasa.. (mungkin) dia melukaimu cukup dalam…

Namun… setiap kau berusaha mengingatnya…

Semakin dalam ia mengisi dirimu…

Menguasai hampir seluruh ruang di hatimu…

Hingga kurasa tak cukup lagi ruang tersisa di

sana

untukku..

Terlalu sesak.. terlalu sempit…

Tak cukup ruang tempatku berada di

sana

Semua terisi oleh sisa2 kenanganmu dengannya…

Yang tidak sedikitpun boleh disingkirkan…

Karena hatimu masih menginginkannya berada di

sana

Yang kulihat di sekeliling ruang itu hanya serpihan2…

Potongan2 kenangan…

Goresan2 tinta…

Namun aku dapat melihatnya "utuh"… sebuah "lukisan" dirinya…

*****

”Aku selalu ingin tahu.. apa yang kamu tulis di blog2 kamu.. Apa kamu menulis tentang aku.. apa kamu mikirin aku?? Apa kamu rindu padaku??
Setiap kali aku membukanya.. Setiap kali aku membaca tulisan2mu… Kamu tidak pernah menulis tentang aku.. Selalu tentangnya… hanya dia… dia… dia… Semua tentangnya!

Setiap kali aku membacanya.. tiba2saja dadaku terasa nyeri….

Bukan hal indah yang kau tulis di

sana

… namun setiap kali engkau menulisnya.. aku merasa aku semakin jauh darimu…
Semakin engkau membencinya.. Semakin kuat ia melekat dalam dirimu…
Jika hari demi hari engkau semakin bertambah membencinya.. Lalu semakin kuat ia mengisi kepala dan pikiranmu…
Apakah masih tersisa tempat untukku?? Apakah masih ada ruang di dalam hati dan pikiranmu untukku??"